Meski Hujan Badai, SBY Tetap Datang

Meski Hujan Badai,  SBY Tetap Datang

\"RIO-KEDATANGANBENGKULU, BE - Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Bengkulu, kemarin (8/2) ternyata tidak menyurutkan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bengkulu. Presiden tetap datang memenuhi janjinya untuk menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Bengkulu. Presiden SBY beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan RI, Andi Nafsiah Walinono Mboi, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono dan rombongannya mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno sekitar pukul 09.30 WIB dengan menaiki pesawat Garuda Indonesia. Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd beserta istri Hj Honiarty SAg menyambut langsung kedatangan sang presiden. Ikut pula Wakil Gubernur Sultan B Najamudin, Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Bambang Budi Waluyo, Danrem 041/Gamas Kol Inf Achmad Sudarsono, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Tatang Somantri, Kajati Bengkulu H Chanifuddin SH, dan beberapa pejabat lainnya. Kunjungan sang presiden ternyata juga disambut antusias ratusan pelajar dan masyarakat di Kota Bengkulu. Para pelajar dari SD, SMP hingga SMA dan masyarakat tersebut berjejer di sepanjang jalan protokol yang dilalui SBY. Mereka melambaikan tangan sembari mengibarkan bendera kecil. Di tengah guyuran hujan dan badai, SBY tetap menjalankan rencana kunjungannya ke Pelabuhan Pulau Baai. Dalam kesempatan itu, Dirut Pelindo II R.J. Lino memaparkan kondisi alur pelabuhan yang dangkal sehingga menyulitkan kapal-kapal besar berisi barang untuk memasuki alur dan merapat ke pelabuhan. Akibatnya, kapal-kapal besar tersebut menunggu saat air laut pasang. \"Saat ini kedalaman alur sudah mencapai -13,5 LWS, sedangkan sebelumnya hanya -3,5 LWS di tahun 2011 dan -12 LWS di tahun 2013. \"Pelabuhan kita ini sudah berkembang pesat bila dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Saat ini kapal-kapal besar sudah mulai bisa merapat namun belum maksimal,\" ujarnya. Menurutnya, jika kapal-kapal besar bisa leluasa masuk pelabuhan tersebut, sehingga perekonomian Bengkulu akan terus berkembang. \"Contohnya semen Padang yang selama ini melewati darat, namun saat ini sudah bisa lewat jalur laut sehingga biaya angkutnya lebih murah,\" terangnya. Selain itu, R.J Lino juga menyampaikan rencana pengembangan pelabuhan kepada presiden, seperti kembali melakukan pengerukan dan melengkapi berbagai fasilitas yang masih dibutuhkan. \"Kita sudah menyusun rencana memperluas dan memperdalam pelabuhan ini, jika rencana itu disetujui pak presiden, kemajuan Bengkulu akan melejit,\" tukasnya. SBY sendiri tidak begitu lama di Pelabuhan Pulau Baai tersebut, setelah menggelar temu muka di kantor PT Pelindo, SBY dan rombongan pun meninjau pelabuhan. Saat berbincang-bincang dengan gubernur dan Dirut PT Pelindo II, SBY mengaku jika pelabuhan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. \"Ternyata Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu ini cukup berpotensi,\" singkatnya.

Pastikan BPJS Selain meninjau Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Presiden SBY dan rombongan Untuk memastikan bahwa program BPJS berjalan sesuai dengan semestinya, dalam kunjungan kerjanya ke Bengkulu, kemarin (8/2), Presiden SBY mengunjungi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Presiden melakukan pemantauan sistem informasi manajemen rumah sakit yang dilakukan secara terpadu, mulai dari proses pendaftaran pasien, penerbitan eligibilitas pasien BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), penerbitan surat bukti pelayanan sampai pelayanan administrasi pasien pulang. \"Kita sudah punya sistem, dulu Jamkesmas, Jampersal dan sebagainya, sekarang diperkenalkan sistem jaminan kesehatan nasional (JKN) yang masih memerlukan penyempurnaan sesuai amanah undang-undang. Pemerintah wajib menjalankannya,\" ungkap presiden. Lahirnya JKN itu berangkat dari kunjungan yang dilakukan SBY, baik di Rumah Sakit atau Puskesmas di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga ia mengambil kebijakan bersama, yakni memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat termasuk yang tidak mampu. Disamping itu SBY juga mengingatkan kepada pihak terkait terutama Menteri Kesehatan RI, untuk memperhatikan kesejahteraan di tingkat paramedis dan dokter yang diharapkan dapat berimbas pada peningkatan pelayanan di tingkat masyarakat. Menurut Presiden, dari rapat koordinasi dengan Menkokesra, Menteri Kesehatan, Ketua BPJS Kesehatan dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia yang juga dihadiri Wakil Presiden, Menteri Keuangan dan Menteri lainnya direncanakan untuk memberikan peningatan insentif bagi para dokter dan tenaga medis sesuai dengan kemampuan anggaran negara. \"Disamping bantuan iuran kepada masyarakat yang tidak mampu ditanggung oleh negara, akan dilakukan peningkatan insentif bagi para dokter dan tenaga para medis.\" ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para karyawan RSUD. M. Yunus Bengkulu. Kedatangan Presiden beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono ini merupakan kali pertamanya di RSUD M. Yunus Bengkulu sehingga disambut antusias seluruh karyawan rumah sakit rujukan itu yang memadati lokasi kedatangan presiden untuk sekedar melihat, bersalaman. Dibagian lain, salah seorang spesialis anak di RSUD M. Yunus Bengkulu, dr Wasis Rohimah mengaku ia sudah mengabdi selama 12 tahun di rumah sakit tersebut, dan sudah melayani ribuan pasien BPJS dalam bulan ini. “Kami sudah melayani sekitar 1.500 pasien selama sebulan ini.” ujarnya. RSUD Dr. M Yunus Bengkulu adalah Rumah Sakit Umum Daerah Bengkulu yang aktif menerapkan program BPJS sejak diluncurkan 1 Januari 2014 lalu. Untuk meningkatkan pelayanan, maka program BPJS di RSUD Dr. M Yunus kini sudah terpadu di satu lokasi yang berdekatan sehingga semakin meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Direktur RSUD M Yunus drg Daisy Novira saat kunjungan itu terlihat begitu gembira dan bangga. \"Kami banggalah, inikan yang pertama presiden datang ke rumah sakit ini. Kami merasa terima kasih kepada SBY telah menyempatkan diri mengunjungi kami,\" kata Daisy.

Bakar Ikan Tak Mulus Di bagian lain, tahapan event bakar ikan terpanjang yang digelar komunitas Wonderful Bengkulu di Pantai Panjang Bengkulu tidak berjalan mulus. Panitia acara ingin melakukan pembakaran ikan sepanjang 12 kilometer. Belasan ton ikan yang disipakan dengan 3000 alat pemanggang yang sudah disebar sejak malam. Namun terjadi kendala distribusi ikan yang terlambat dan kurang merata membuat sebagian masyarakat tidak sabar. Mereka pun sempat mengamuk dan membakar alat pemanggangan ikan. Padahal panitia tetap membagikan ikan dari pagi hingga siang. Namun tetap saja ikan tidak terdistribusi merata. Akibat kejadian tersebut, Pembina Wonderful Bengkulu, M Saleh sekaligus sponsor acara tersebut menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Apalagi kejadian tersebut mengganjal rencana meraih rekor MURI. \"Semua panitia sudah berkerja keras untuk mewujudkan impian pemecahan rekor tersebut. Saya meminta maaf kepada semua, pemecahan rekor MURI ini untuk mengangkat nama baik Provinsi Bengkulu di kancah nasional namun belum juga terwujud, sekali lagi saya mohon maaf,\" ungkap Saleh. Anggota Komunitas Wonderful yang menjadi penanggung jawab kegiatan A Zairi mengakui peristiwa itu terjadi karena panitia kurang koordinasi sehingga ikan-ikan yang sudah disiapkan tersebut lamban untuk didistribusikan kepada perserta.\"Ini merupakan suatu kesedihan untuk semuanya. Rekor murni belum terwujud untuk kita pecahkan,\" sebut Zairi saat menggelar jumpa pers.(320/400/cw4/cw3)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: